Gebyar Literasi Nasional, Duta Baca Indonesia Ajak Mahasiswa Perkuat Budaya Literasi

Raden Intan — Gebyar Literasi Nasional, Duta Baca Indonesia ajak mahasiswa perkuat budaya literasi untuk membentuk pola pikir mahasiswa yang lebih kritis melalui pembudayaan literasi yang baik di lingkungan akademik. (Senin, 21/09/26)

Gebyar Literasi Nasional merupakan sebuah kegiatan yang dirancang khusus sebagai wadah untuk mendiskusikan dan membedah esensi literasi di lingkungan kampus. Acara ini merupakan bentuk kolaborasi antara Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) dengan Forum Literasi Lampung (FLL).

Kegiatan ini dilaksanakan di Perpustakaan Pusat UIN RIL sejak pukul 08.00 s.d selesai, dengan mengusung tema “Perpustakaan Hadir Demi Martabat Bangsa.”

Turut dihadiri oleh Prof. H. Wan Jamaluddin, M.Ag., Ph.D., selaku Rektor UIN RIL, Dr. Eni Amaliah, S.Ag., S.S., M.Ag., selaku Kepala UPT Perpustakaan UIN RIL sekaligus Ketua FLL, H. Ade Utami Ibnu, S.E., selaku Dewan Pakar FLL, Gol A Gong selaku Duta Baca Indonesia sekaligus pemateri, Purnama Wulansari Mirza, S.E., M.M., selaku Bunda Literasi Lampung yang diwakili oleh Thomas Amirico, S.STP., M.H., selaku Kepala Dinas Pendidikan, dan perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Turut serta dihadiri pula oleh Dr. Yunidar Cut Mutia Yanti, S.Sos., M.Sos.I., selaku Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (Kapus PSGA), Wakil Rektor (Warek) I Institut Teknologi Diniyah Lampung (Instidla), Dr. Ahmad Zarkasi, M.Sos.I., selaku Dekan Psikologi UIN RIL, Irva Yunita, M.IP., selaku Kepala Program Studi (Kaprodi) Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), para anggota FLL se-Provinsi Lampung, mahasiswa dari berbagai universitas yang ada di Lampung, para dosen, dan Relawan Literasi Masyarakat (Relima), serta 250 peserta yang berasal dari 15 kabupaten/kota.

Dalam sesi materinya, Gol A Gong menekankan pentingnya membangun kebiasaan membaca sebagai bagian dari proses intelektual. Menurutnya, membaca tidak berhenti pada memahami informasi, tetapi juga perlu diikuti dengan kemampuan mengolah dan menuangkannya kembali melalui tulisan.

“Setiap kamu membaca, kamu bertanggung jawab menuliskannya kembali. Menulis itu pekerjaan intelektual. Karena menulis itu membaca dua kali,” ujarnya.

Rini Hartati salah satu peserta yang hadir sekaligus pengurus FLL, mengaku bersyukur dan sangat senang mengikuti acara ini, karena ia dapat bertemu langsung dengan Duta Baca Indonesia serta bisa bersilaturahmi dengan para pegiat literasi dari berbagai kabupaten/kota se-provinsi Lampung.

“Alhamdulillah, saya merasa sangat senang sekali bisa mengikuti kegiatan ini, terutama karena saya bisa bertemu langsung dengan Duta Baca Indonesia. Saya juga berharap dengan adanya acara ini, anak-anak di lingkungan saya bisa semakin semangat membaca,” ungkapnya.

Sementara itu, M. Alfath Nurfaiz selaku panitia sekaligus Duta Kampus UIN RIL berharap jangkauan kegiatan ini tidak hanya berhenti di tingkat nasional, melainkan bisa bertransformasi menjadi gebyar literasi Internasional di masa mendatang. Ia juga mengajak seluruh mahasiswa untuk mengambil peran dan ikut serta meramaikan setiap agenda diskusi literasi, karena menurutnya, berdiskusi dengan sesama mahasiswa akan menciptakan suasana yang lebih cair dan tidak tegang.

Karya: Brave

Editor: Byline

Pos terkait