Raden Intan — Tembakan ke udara di Gerbang Belakang Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL), pihak keamanan ungkap kronologi kejadian. (Kamis, 17/09/26)
Peristiwa ini terjadi pada Selasa (15/09) lalu sekitar pukul 13.15 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, pelaku melewati pintu masuk lalu berputar ke arah Sport Center (SC) UIN RIL dan menuju area pintu keluar. Di sana, ia menyalakan sepeda motor, mengenakan masker, serta mengeluarkan senjata dengan tangan kiri. Setelah melepaskan tembakan ke udara, pelaku segera meninggalkan lokasi.
“Dia ngeluarin pistol dan langsung menembak ke atas. Lalu dia langsung keluar,” ucap A selaku saksi mata yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Informasi mengenai kejadian tersebut pertama kali diterima oleh Satuan Pengamanan (Satpam) selaku pihak keamanan UIN RIL yang berada di lokasi. Petugas kemudian memeriksa rekaman Closed-Circuit Television (CCTV) milik Perseroan Terbatas (PT) Cakra yang mengarah ke area pintu keluar untuk melihat kembali kronologi kejadian.
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, pihak keamanan UIN RIL menjelaskan bahwa salah satu karyawan PT Cakra menghubungi kepolisian. Polisi diminta datang ke lokasi untuk memeriksa langsung rekaman CCTV dan memastikan keaslian senjata yang digunakan pria tersebut.
Sampai di lokasi, Polisi memeriksa rekaman CCTV milik PT Cakra. Setelah pemeriksaan, polisi kemudian menyatakan bahwa senjata yang digunakan merupakan senjata api asli dan meminta pihak keamanan untuk membuat laporan.
Pihak keamanan UIN RIL menyampaikan juga bahwa laporan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Sukarame dibuat setelah adanya pemeriksaan. Sebelum membuat laporan, pihak keamanan juga telah berkoordinasi dengan pimpinan kampus.
“Setelah kordinasi, kami langsung membuat laporan ke pihak kepolisian. Baru kemudian, mereka yang menindaklanjuti,” ujar pihak keamanan UIN RIL.
Menurut keterangan saksi mata, tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Kemudian pihak keamanan UIN RIL juga menyampaikan bahwa telah menerima informasi bahwa pria tersebut sudah diamankan oleh kepolisian.
Karya: Brave
Editor: Byline





