Alokasi Anggaran BGN dalam Program MBG di Tengah Isu Kesejahteraan Tenaga Honorer

Informasi mengenai pengadaan puluhan ribu unit motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN), dengan harga yang mencapai Rp58 juta per unit, menjadi sorotan publik hingga saat ini. Kebijakan ini muncul seiring dengan upaya pemerintah dalam mensukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dilansir dari wartaekonomi.co.id, BGN merencanakan pengadaan sekitar 24.400 unit motor listrik dalam anggaran tahun 2025. Namun, realisasi pengadaan tersebut berada di kisaran 21.800 unit, kendaraan ini difungsikan sebagai sarana pendukung operasional program MBG, khususnya untuk distribusi dan mobilitas di lapangan. Kepala BGN, Dadan Hindayana, telah membantah informasi yang menyebut harga satuan motor mencapai Rp58 juta.

Kebijakan pengadaan ini menjadi bagian dari pembahasan publik terkait dengan prioritas anggaran negara, terutama jika dikaitkan dengan kondisi kesejahteraan guru honorer dan tenaga kesehatan di sejumlah daerah.

Berdasarkan laporan dari kumparan.com, status kepegawaian yang belum tetap menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan tenaga honorer. Selain itu, keterbatasan alokasi anggaran turut berdampak pada besaran penghasilan yang diterima.

Kondisi tersebut terlihat dari variasi pendapatan yang masih ditemukan di lapangan. Mengutip dari tempo.co, Di sejumlah wilayah, masih terdapat guru honorer yang menerima upah berkisar antara Rp150.000 hingga Rp350.000 per bulan. Besaran tersebut menunjukkan adanya variasi penghasilan yang bergantung pada kebijakan masing-masing daerah.

Selain guru honorer, situasi serupa juga terjadi pada tenaga kesehatan. Menurut laporan dari krjogja.com, menyebutkan bahwa tenaga kesehatan dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Kabupaten Kutai Kartanegara mengalami keterlambatan pembayaran gaji selama beberapa bulan. Kondisi ini berdampak pada pemenuhan kebutuhan ekonomi tenaga kesehatan yang bergantung pada pendapatan bulanan.

Di sisi lain, anggaran yang dialokasikan untuk operasional program Makan Bergizi Gratis pada tahap awal dilaporkan mencapai Rp3,35 triliun. Mengutip laporan dari kumparan.com, dana tersebut di antaranya disalurkan kepada setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan nilai sekitar Rp1 miliar per bulan untuk melayani kurang lebih 3.000 anak sekolah per unit. Secara keseluruhan, total anggaran program MBG tahun 2025 diperkirakan mencapai Rp71 triliun. Pendanaan program ini dilakukan melalui penyesuaian anggaran, termasuk efisiensi dan pergeseran alokasi dari beberapa pos belanja negara.

Perbedaan antara pengadaan fasilitas operasional BGN dalam jumlah besar dan kondisi kesejahteraan sebagian tenaga honorer serta tenaga kesehatan menunjukkan adanya tantangan dalam pengelolaan prioritas anggaran. Hal ini menjadi perhatian dalam upaya menjaga keseimbangan antara pelaksanaan program pemerintah dan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor.

Karya: Dete

Editor: Byline

Pos terkait