Tempat yang dulu tak pernah terbayang,
kini menjelma bagai rumah tempatku pulang.
Di sinilah kaki pertama kali memijak,
mengukir jejak di tanah yang bijak.
Beribu rasa tumbuh di dada,
tentang kawan, juang, dan tawa yang ada.
Provinsi ini menyimpan cerita,
membasuh jiwa dengan kenangan bahagia.
Tetaplah tangguh dalam dekap semesta,
tumbuhlah megah bersama doa-doa kita.
Meski kelak langkahku jauh berkelana,
namamu kan abadi di palung jiwa.
Aku nyaman di pelukmu, Lampungku,
enam puluh dua tahun sudah usiamu.
Selamat ulang tahun untuk setiap sudut indahmu,
gerbang Sumatera yang selalu kurindu.
Karya: Eksemplar
Editor: Byline





