Raden Intan — Rektor Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) tekankan pentingnya kolaborasi dalam pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) transformatif tahun 2026. (Selasa, 21/07/26).
Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid di Ruang Teater Lantai 2, Gedung Akademik Center UIN RIL dan melalui Zoom Meeting. Dengan mengusung tema, “Gerakan Kolaborasi Kampus dan Kota untuk Membangun Bandar Lampung yang Berkelanjutan melalui Penguatan Ketahanan Pesisir, Pengembangan Ekowisata Perkotaan, Ekonomi Hijau, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Pengentasan Kemiskinan.”
Pada tahun ini, sebanyak 4.378 mahasiswa akan melaksanakan program KKN di 116 lingkungan yang tersebar di 48 kelurahan pada delapan kecamatan di Kota Bandar Lampung. Kemudian, pada tanggal 21 s.d. 22 Juli 2026, Pembekalan KKN Transformatif berlangsung secara luar jaringan (luring), yang dihadiri oleh satu perwakilan dari setiap kelompok yakni Koordinator Lingkungan (Korling).
Turut dihadiri oleh Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D., selaku rektor UIN RIL, Dr. Ali Abdul Wakhid, S.Ag., M.Si., selaku kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN RIL, dan Dr. Eko Kuswanto, M.Si., selaku Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN RIL.
Pada hari pertama pembekalan, sejumlah narasumber turut menyampaikan materi diantaranya, Dini Purnamawaty, S.E.,M.Si., selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bandar Lampung, Anto Kurniawan selaku perwakilan Yayasan Boemikita, Ika Listiana, M.Si., selalu perwakilan dari Equilibri Lestari Bumi, Ria Anggraini, selaku perwakilan dari Komunitas Sedekah Lampung, Supriyadi, S.pd., Gr., selaku Founder ZAZN Techno, Dr. Yunidar Cut Mutia Yanti, M.Sos.I., selaku Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Dr. Abdul Qohar, M.Si., selaku Kepala Pusat Moderasi Beragama, dan Dr. Edi Susilo, M.H.I., selaku Kepala Pusat Halal.
Dalam sambutannya, Rektor UIN RIL menekankan bahwa kesuksesan dalam pelaksanaan KKN Transformatif tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga ditentukan oleh kemampuan mahasiswa membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Keberhasilan KKN Transformatif tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada kemampuan kalian berkolaborasi dengan kelompok, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga setempat,” ujarnya.
Ahmad Maulana salah satu peserta KKN mengungkapkan pendapatnya terkait dengan pelaksanaan KKN di Bandar Lampung.
“Saya merasa pelaksanaan KKN di Bandar Lampung sangat dibutuhkan karena masih banyak isu-isu terkait dengan lingkungan yang memerlukan peran mahasiswa didalamnya,” ungkapnya.
Selanjutnya, M. Hafiz Putra Jaya peserta KKN lainnya berharap pelaksanaan KKN tahun ini dapat berjalan dengan lancar. Ia juga menyarankan agar pihak universitas dapat menyampaikan informasi terkait KKN lebih awal sehingga mahasiswa memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan segala kebutuhan sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian.
Reporter: Fani
Editor: Byline





