Berdasarkan informasi yang dipublikasikan melalui akun Instagram @abdimas.radenintan, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada tanggal 01 s.d. 31 Agustus. Namun, pada kolom komentar unggahan akun Instagram @tarbiyah_uinril tanggal 17 Juli, muncul informasi mengenai perubahan jadwal khusus KKN Tematik Mengajar menjadi 04 Agustus s.d. 14 September. Perbedaan informasi tersebut memunculkan berbagai persepsi di kalangan mahasiswa. Alih-alih memberikan kepastian, perubahan jadwal itu justru menimbulkan kebingungan karena berdampak langsung pada berbagai rencana yang telah disusun mahasiswa.
Bagi mahasiswa, perubahan jadwal bukan sekadar persoalan bergesernya tanggal pelaksanaan KKN. Jadwal tersebut berkaitan erat dengan agenda akademik lain, seperti magang, organisasi, pekerjaan, hingga target penyelesaian studi. Ketika jadwal berubah di tengah persiapan, mahasiswa menjadi pihak yang harus kembali menyesuaikan seluruh rencana yang telah disusun.
Salah seorang mahasiswa Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) mengaku kecewa dengan perubahan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kebijakan tersebut membuat berbagai agenda yang telah dipersiapkan menjadi berantakan. Salah satu agendanya adalah Magang Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang pelaksanaannya pada tanggal 1 September s.d. 31 Desember, yaitu selama empat bulan.
Mahasiswa lainnya juga menyampaikan kekecewaan yang serupa. Menurutnya, perubahan jadwal tersebut menunjukkan kurangnya koordinasi internal dalam pengambilan kebijakan. Sementara, mahasiswa yang sudah menyesuaikan waktu dan tenaga malah menjadi pihak yang paling dirugikan.
Pernyataan kedua mahasiswa tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi bukan hanya perubahan jadwal, melainkan ketidakpastian informasi dan dampak yang ditimbulkan dari perubahan kebijakan tersebut. Ketika informasi berubah tanpa penjelasan yang jelas, mahasiswa menjadi pihak yang harus menanggung konsekuensi atas keputusan yang tidak mereka buat.
Dalam pandangan saya, tentu saja persoalan ini perlu dipertanyakan secara langsung kepada pihak fakultas sebagai pihak yang menetapkan pelaksanaan KKN Tematik Mengajar hingga 14 September. Karena sejak awal, pelaksanaan KKN tahun ini telah mengalami pergeseran dari jadwal yang umumnya dilaksanakan. Pergeseran tersebut saja telah memengaruhi berbagai rencana akademik mahasiswa.
Oleh karena itu, ketika fakultas kembali menetapkan kebijakan bahwa pelaksanaan KKN Tematik Mengajar berlangsung hingga 14 September, muncul pertanyaan yang wajar. Apakah keputusan tersebut telah melalui pertimbangan yang matang? Apakah dampaknya terhadap mahasiswa sudah diperhitungkan secara menyeluruh?
Perubahan jadwal tidak hanya berdampak pada penyesuaian waktu, tetapi juga pada kesiapan finansial mahasiswa. Tidak semua mahasiswa memiliki kondisi ekonomi yang sama. Perubahan yang dilakukan dalam waktu singkat dapat memaksa mahasiswa mengeluarkan biaya tambahan untuk kebutuhan KKN, transportasi, konsumsi, maupun keperluan penunjang lainnya yang sebelumnya belum mereka rencanakan. Di sisi lain, sebagian mahasiswa juga telah menyusun agenda lain, seperti Magang PTKI, pekerjaan, maupun kegiatan akademik yang akhirnya harus disesuaikan kembali.
Kebijakan memang merupakan hak institusi. Namun, setiap kebijakan yang berdampak pada mahasiswa semestinya tidak hanya mempertimbangkan aspek administratif dan teknis pelaksanaan, tetapi juga kondisi akademik, sosial, serta ekonomi mahasiswa sebagai pihak yang akan menjalaninya. Mahasiswa selama ini dituntut untuk disiplin mengikuti kalender akademik, menaati setiap ketentuan, serta siap menerima konsekuensi apabila lalai terhadap kewajibannya. Sudah seharusnya institusi juga menunjukkan komitmen yang sama melalui kebijakan yang terencana, konsisten, dan dikomunikasikan secara jelas.
Pada akhirnya, persoalan ini bukan semata-mata mengenai perubahan jadwal KKN, melainkan mengenai kepastian, koordinasi, dan tanggung jawab dalam pengambilan kebijakan. Mahasiswa membutuhkan kejelasan agar dapat menyusun rencana akademiknya dengan baik, tanpa harus terus dihadapkan pada perubahan yang berdampak pada waktu, biaya, dan rencana masa depan mereka.
Reporter: Aline
Editor: Novel





