Raden Intan — Aliansi Masyarakat Peduli Energi Bersih Lampung gelar aksi dalam rangka memperingati Hari Bumi. (Rabu, 22/04/26).
Aksi ini berlangsung di Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung sejak pukul 15.00 WIB s.d. selesai, dengan tujuan untuk membuka kesadaran publik terkait dengan bencana ekologis yang terjadi di Sumatera khususnya Provinsi Lampung dan mendesak pemerintah mengambil tindakan untuk menghentikan kerusakan lingkungan.
Aksi ini diikuti oleh mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Energi Bersih Lampung dan Koalisi Sumatera Terang untuk Energi Bersih (STuEB) serta perwakilan dari berbagai organisasi, seperti Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS), Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Lampung, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung, dan Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI).
Turut serta pula diikuti oleh masyarakat yang tergabung dalam Youth With Sanitation Concern (YSC), Perkumpulan Damar, Forum Literatur (FORLIT), Lamban Puan, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), dan Kalian Mitra, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Lampung (UNILA), Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), Univeritas Malahayati (Unmal), serta 30 massa aksi.
Puja salah satu anggota Aliansi Masyarakat untuk Keadilan Ekologis, mengungkap hal yang melatarbelakangi terjadinya aksi pada hari ini.
“Aksi hari ini dilatarbelakangi oleh keresahan dan keprihatinan masyarakat atas berbagai bencana ekologis yang terjadi di Sumatera, khususnya di Provinsi Lampung yang tindakan yang nyata baik dari pemerintah maupun masyarakat,” ungkapnya.
Selanjutnya, Dika salah satu mahasiswa dari Universitas Malahayati (Unmal) menyampaikan harapannya setelah aksi ini berlangsung.
“Saya berharap setelah aksi ini berlangsung pemerintah dapat merealisasikan segala tuntutan dan masyarakat semakin sadar akan penting nya menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Reporter: Eka
Editor: Byline





