Ma’had Al-Jami’ah UIN RIL Kukuhkan Dua Mahasantri Berprestasi Pada Takrim Al-Najahin

Raden Intan — Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) kukuhkan dua mahasantri berprestasi pada Takrim Al-Najahin. (Minggu, 07/06/26).

Pengukuhan tersebut merupakan apresiasi dari Ma’had Al-Jami’ah UIN RIL kepada mahasantri berprestasi dalam acara Takrim Al-Najahin. Takrim Al-Najahin adalah acara rutin yang diadakan setiap satu tahun sekali untuk melantik sekaligus melepas masa purna bakti para mahasantri yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya. Kegiatan ini berlangsung meriah di Gedung Serba Guna (GSG) K.H. Ahmad Hanafiah UIN Raden Intan Lampung mulai pukul 08.00 WIB s.d. selesai.

Acara ini turut dihadiri oleh Bambang Budiwiranto, S.Ag., M.Ag., Ph.D., selaku Wakil Rektor (Warek) III, Dr. H. M. Amiruddin, M.Pd.I., selaku Mudir Ma’had, Dr. Efa Rodiah Nur, M.H., selaku Dekan Fakultas Syariah (FS), Dr. Sovia Mas Ayu, M.A., selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek), Dr. Khairullah, M.A., selaku Wadek I Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) serta 400 peserta dan para orang tua/wali santri.

Nur Aini selaku mualimah sekaligus panitia acara menjelaskan bahwa predikat berprestasi ini diberikan kepada satu perwakilan dari semester 4 dan satu perwakilan dari semester 2. Ia juga menyampaikan bahwa poin yang dinilai bukan sekadar pencapaian akademik saja, melainkan juga perilaku keseharian dari santri-santri tersebut.

Muhammad Hisyam, peraih nilai tertinggi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) angkatan 2024, mengaku tidak menyangka bisa mendapatkan predikat ini di tengah padatnya kegiatan.

“Pastinya senang dan tidak menyangka. Selama ujian ini kami berbarengan dengan kegiatan donasi, jadi kadang baru belajar kalau mau ujian. Ya mungkin karena teman-teman yang lain juga sedang capek mengurus acara jadi agak kurang belajarnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Febriani Safira dari Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) mengaku pencapaiannya adalah buah dari kedisiplinan dan keberanian keluar dari zona nyaman.

“Saya membagi fokus secara ketat. Di siang hari, saya menyelesaikan urusan kuliah, kemudian ketika malam, saya selesaikan materi Ma’had. Dan ternyata itu tidak sia-sia, usaha memang tidak pernah mengkhianati hasil,” tuturnya.

Reporter: Lucky

Editor: Aline

Pos terkait