Raden Intan — Moot Court Community (MCC) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Raden Intan Pecinta Alam (MAHARIPAL) bahas isu Papua lewat penayangan serta diskusi film Pesta Babi. (Sabtu, 23/05/26)
Kegiatan ini dilaksanakan di Information and Communication Technology (ICT) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) pada (22/05) sejak pukul 19.00 WIB s.d. selesai, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran bersama mengenai berbagai persoalan, sekaligus menumbuhkan sikap kritis dan kepedulian mahasiswa dalam memahami serta menanggapi isu-isu yang berkembang.
Turut dihadiri oleh Novrizal Fahmi, S.Si.,M.I.Kom., selaku Pembina UKM MAHARIPAL, Ari Priyanto, S.H., selaku Pembina MCC, Ahmad Rifai selaku Ketua Umum (Ketum) MCC, Farel Izzul selaku Ketum UKM MAHARIPAL, Anggota Liga Mahasiswa Indonesia Untuk Demokrasi (LMID), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung (UNILA), berbagai mahasiswa dari perguruan tinggi seperti UNILA, UIN RIL, Universitas Bandar Lampung (UBL), mahasiswa Politeknik Negeri Lampung (POLINELA), serta 125 peserta nonton bareng (nobar) yang merupakan gabungan dari mahasiswa dan masyarakat umum.
Kemudian selain melaksanakan kegiatan nobar, MCC dan UKM MAHARIPAL juga mengadakan diskusi terkait dengan film dokumenter “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”.
Ketum MCC menyampaikan bahwa kegiatan nobar dan diskusi ini diadakan sebagai upaya untuk membangun kesadaran serta mendorong pola pikir kritis mahasiswa dan masyarakat terhadap berbagai persoalan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Papua. Ia juga menegaskan bahwa Papua bukanlah tanah kosong yang dapat dijadikan ruang proyek semata oleh pemerintah.
Syifa Rahma Niza salah satu anggota UKM MAHARIPAL mengungkapkan kesannya setelah menonton film ini.
“Setelah menonton film ini pemikiran saya menjadi lebih terbuka terkait hal-hal yang terjadi terhadap saudara-saudara kita di Papua, dan saya juga dapat merasakan ketakutan yang mereka rasakan,” ungkapnya
Selanjutnya, Ardi Prayoga yang merupakan masyarakat umum menyampaikan harapan sekaligus aspirasinya kepada pemerintah.
“Saya berharap pemerintah dapat memperbaiki sistem dan cara untuk memajukan suatu daerah, dengan lebih mementingkan aspek lain seperti hutan maupun masyarakat adat agar tidak mengambil wilayah mereka,” ujarnya.
Reporter: Melati
Editor: Byline





