Novel Hujan ditulis oleh Tere Liye dengan jumlah halaman 320 dan pertama kali diterbitkan pada tahun 2016. Novel ini memadukan genre romansa, fiksi ilmiah, sekaligus petualangan. Melalui kisah Lail dan Esok, Tere Liye menyampaikan arti cinta, persahabatan, serta perjuangan untuk berdamai dengan masa lalu.
Sekilas, Hujan tampak seperti novel melankolis biasa. Namun, dibalik alurnya yang menyentuh, novel ini menyimpan pesan mendalam tentang rasa kehilangan, harapan, dan penerimaan terhadap kenyataan hidup. Tere Liye juga menggambarkan bagaimana manusia dalam situasi tertentu dapat menjadi egois dan lebih mementingkan kepentingannya sendiri.
Cerita ini dimulai dengan tokoh utama bernama Lail, seorang anak perempuan pecinta hujan yang kehilangan kedua orang tuanya akibat bencana gempa dahsyat dan letusan gunung api. Dalam keadaan penuh duka tersebut, Lail bertemu dengan Esok, seorang anak laki-laki yang juga kehilangan empat kakak laki-lakinya. Esok kemudian banyak membantu kehidupan Lail. Pertemuan itu menjadi awal hubungan persahabatan mereka yang perlahan tumbuh menjadi perasaan yang lebih mendalam.
Seiring berjalannya waktu, Lail dan Esok menjalani kehidupan masing-masing sambil menghadapi perubahan dunia yang semakin berkembang. Esok dikenal sebagai sosok yang cerdas dan memiliki cita-cita besar, sedangkan Lail belajar menjadi pribadi yang kuat setelah kehilangan keluarganya. Namun, hubungan mereka tidak selalu berjalan dengan mudah karena adanya jarak, kesibukan, dan perasaan yang sulit diungkapkan.
Novel ini menggambarkan hujan sebagai simbol perasaan, kehilangan, dan harapan. Penggunaan alur maju-mundur membuat cerita terasa lebih emosional dan menyentuh. Pembaca diajak memahami bahwa seseorang terkadang sulit melupakan masa lalu, meskipun waktu terus berjalan.
Kelebihan novel ini terletak pada gaya bahasa yang sederhana, tetapi mampu menyampaikan emosi dengan sangat kuat. Tere Liye berhasil membuat pembaca ikut merasakan kesedihan, harapan, sekaligus kerinduan yang dialami para tokohnya. Selain itu, latar waktu masa depan yang disatukan dengan unsur sains membuat cerita menjadi unik dan berbeda dari novel remaja pada umumnya.
Perkembangan karakter tokoh-tokohnya juga digambarkan dengan baik. Banyak kutipan dalam novel ini yang penuh makna dan mampu membuat pembaca merenungkan kehidupan. Penyampaian cerita yang perlahan namun mendalam menjadi daya tarik tersendiri bagi novel Hujan.
Namun, penggunaan alur maju-mundur membutuhkan konsentrasi lebih, sehingga pembaca terkadang bingung memahami urutan waktunya.
Secara keseluruhan, novel Hujan tidak hanya menyajikan kisah cinta, tetapi juga memberikan pelajaran tentang kehilangan, keikhlasan, dan keberanian untuk melanjutkan hidup. Dengan cerita yang emosional dan penuh makna, Tere Liye berhasil menghadirkan novel yang menyentuh hati dan meninggalkan kesan mendalam bagi pembacanya.
Karya: Tia Lastina
Editor: Byline





