Riuh Sebelum Runtuh

Tanah yang udaranya kita hirup,
Tempat menambatkan harap dan hidup,
Kini perlahan kehilangan teduh,
Perlahan, menyaksikan langit yang redup.

Kegelisahan menjalar di setiap hati,
Meski harap tetap terjaga dan bersemi,
Kemakmuran yang dijanjikan belum menghampiri,
Akankah damai benar-benar singgah di negeri ini?

Suara riuh menggema dari setiap insan,
Membelah sunyi di tengah keramaian,
Kepala-kepala dipenuhi pertanyaan,
Akankah esok menghadirkan keadilan?

Tanah yang kita pijak bersama,
Masih menyimpan luka dan tanya,
Saat keadilan belum menyapa seluruh jiwa,
Raga tetap menunggu fajar yang menyala.

Sebab di balik malam yang kian pekat,
Masih ada nurani yang enggan tersesat,
Selama suara kebenaran tetap menguat,
Tanah ini tak akan runtuh meski nyaris tenggelam.

Karya: Fani
Editor: Byline

Pos terkait